Aqiqah dan Potong Rambut
Diposting oleh
Unknown
on Jumat, 13 April 2012
/
Comments: (1)
Yup sesuai judulnya kali ini papa akan menceritakan proses aqiqah dan potong rambut. Nah aqiqah ini adalah salah satu kewajiban orang tua terhadap anaknya, klo anak laki2 memotong dua ekor kambing tetapi klo anak perempuan hanya satu kambing. Dan pemotongan kambing utamanya dilakukan pada hari ke 7 (tujuh) setelah kelahiran, setelah itu dilakukan pemotongan rambut dan rambut tersebut ditimbang. Jumlah berat rambut di tukar seharga 1 gr perak dan di berikan kepada kaum dhuafa. Lalu kewajiban orang tua selanjutnya adalah memberikan nama yang terbaik.
Tepat di hari ke tujuh setelah kelahiran kamu, papa langsung menunaikan kewajiban aqiqah dengan memesan kepada salah satu yayasan yang memang terbiasa mengurusi aqiqah. Tidak ada acara apa-apa dalam aqiqah ini, karena memang papa sudah menyerahkan semuanya ke yayasan tersebut agar kambing yang papa pesan di berikan ke panti asuhan. Sisanya, Papa minta dikirim ke rumah (waktu itu kita masih tinggal di pondok cabe) dalam bentuk yang sudah matang berupa Gulai dan Sate Kambing ditambah 60 box nasi untuk di bagikan ke tetangga sekitar. Nah di hari ketujuh ini yg seharusnya papa harus membotaki kamu, tp tidak papa lakukan. Klo boleh jujur papa takut, karena saat itu tidak ada yang bisa dimintai tolong untuk membotaki kamu. Akhirnya papa hanya memotong sedikit rambut kamu, dan papa hanya mengira-ngira berat rambut kamu. Perkiraan berat rambut kamu papa hargai dengan 1 gr perak, dan alhamdulilah sudah papa salurkan ke anak-anak yatim dan tetangga yang membutuhkan.
Nah ini sertifikat yang merupakan bukti dari yayasan tersebut bahwa mereka sudah menjalankan amanah untuk membantu aqiqah kamu nak.
Ini lembaran yang ada di nasi box yang di bagikan ke tetangga sekitar. Selain memperkenalkan kamu nak, papa jg mengharapkan doa dari tetangga sekitar.
Nah sementara untuk acara botakin kamu nak, papa lakukan tepat di hari 35 setelah kelahiran kamu ( klo dalam tradisi jawa dikenal dengan istilah selapanan). Acara dilakukan di rumah uti di petukangan dengan mengundang ibu-ibu pengajian, kebetulan hari itu juga bertepatan dengan malam jumat. Pengajian dilakukan dengan membaca yasin dan sholawat nabi, kemudian memotong rambut kamu dan di tutup dengan doa. Pemotongan rambut di lakukan oleh ibu ketua pengajian. Sambil berdoa beliau memotong sedikit rambut kamu dan kamu diputar berkeliling mendatangi ibu-ibu satu persatu. Sesuai tradisi, muka kamu di lumuri bedak satu persatu dan ibu-ibu itu akan di semprotkan minyak wangi. Oh ya, di pengajian ini kamu belum benar2 dibotak, baru sedikit saja rambut yang dipotong.
Ini wajah kamu setelah acara. Masih banyak bekas bedak di muka, eh kamunya dah terlelap.
Nah besok paginya, barulah papa membotaki kamu. Kebetulan ada Mbah Sum yang memang udah terbiasa membotaki bayi. Eh ada mbah buyut juga yang ngebantuin botakin kamu.
Setelah awalnya lonjak-lonjak ga jelas, akhirnya kamu tertidur juga waktu kerok rembutnya. Papa sempet gonta ganti pisau cukurnya loh nak, saking tebelnya rambut kamu.
Dan setelah plontos, inilah hasilnya
Mau tau perbandingan sebelum dan sesudah di botak, ini dia
Ok arsya udah dulu ya sayang ceritanya..
Kepulangan Arsya
Diposting oleh
Unknown
on Selasa, 03 April 2012
/
Comments: (0)
Ok Arsya, kita lanjut lagi yuk cerita tentang kelahiran kamu. Setelah kemarin papa cerita soal proses kelahiran kamu, saat ini papa akan cerita soal proses kepulangan kamu.
Sudah tiga hari kamu berada di Rumah Sakit Siloam, dan sekarang saatnya kamu untuk pulang. Sebelum pulang, pagi-pagi sekali suster mengambil darah kamu nak dan ternyata setelah hasil lab nya keluar dokter yang merawat kamu bilang ke papa dan mama klo ternyata bilirubin kamu tinggi, angkanya 10,5. Dokter menyarankan agar kamu masuk ke ruangan NICU (Neonatal Intensive Care Unit) untuk disinar, alasannya selain karena masalah biaya yang masih akan tercover oleh rumah sakit, dokter juga bilang karena sekarang sedang musim hujan, dikhawatirkan klo kamu pulang dan ternyata tidak bisa di jemur di bawah sinar matahari bisa mengakibatkan bilirubin bertambah tinggi dan membuat biaya perawatannya akan semakin mahal.
Mendengar kenyataan seperti itu, papa dan mama langsung down.Terlebih ASI mama belum banyak keluar, sehingga memaksa kamu harus minum dengan susu formula. Tapi dokter tetap menguatkan papa dan mama klo tidak perlu ada yang di khawatirkan. Akhirnya hari itu juga kamu dipindahkan ke ruang NICU. Di ruang NICU, papa dan mama bertemu dengan Suster Maria. Nah Suster Maria inilah yang benar-benar membantu papa dan mama menjaga kamu selama kamu dalam perawatan intensive. Suster Maria bahkan menyuruh papa dan mama pulang, dia bilang "kalian berdua harus pulang dan istirahat, karena selama ini pasti kalian kurang tidur, terutama kamu mamanya. Sekarang kalian pulang saja, besok pagi-pagi kalian datang, ga usah khawatirin bayinya". Dan akhirnya papa dan mama pulang kerumah sementara kamu tetap tinggal di Rumah Sakit.
Nah sebenernya apa sih bilirubin itu? Bilirubin itu sering dikenal dengan istilah bayi kuning. Dari sumber yang papa baca di google, Sebetulnya, setiap orang memiliki bilirubin dalam sel darah merahnya. Setiap jangka waktu tertentu sel darah merah akan mati dan menguraikan sel-selnya diantaranya menjadi bilirubin. Normalnya yang bertugas menguraikan bilirubin tersebut adalah hati, untuk kemudian dibuang lewat BAB. Saat bayi masih dalam kandungan, hati sang ibulah yang mengambil tugas menguraikan bilirubin dalam sel darah merah bayi. Ketika bayi lahir, perkembangan hatinya belum sempurna sehingga belum dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Akibatnya terjadi penumpukan bilirubin yang kemudian menyebabkan timbulnya warna kuning pada kulit bayi.
Nah ini foto-foto kamu selama disinar
Alhamdulilah keesokan harinya, setelah diambil darah oleh lab, bilirubin kamu sudah turun menjadi 8 dan dokter sudah membolehkan kamu untuk pulang. Kebeteulan Uti di Petukangan, Bude Wiwin, PakDe Yatno, dan Mas Inggil sudah datang dan siap mengantar pulang. Oh iya, setelah di rawat di Rumah Sakit, kamu tidak pulang kerumah nak, melainkan untuk sementara kita tinggal di Rumah Mbah yang di Pondok Cabe.
Ok Arsya segini dulu ceritanya ya..
Arsya in Action
Diposting oleh
Unknown
on Kamis, 15 Maret 2012
/
Comments: (0)
Kali ini papa ga mau cerita, cuma mau menshare foto-foto kamu yang menurut papa sih oke banget pokoknya, kan siapa tau nanti ada Rumah Produksi yang mau ngelirik kamu nak buat di jadiin bintang iklan or sinetron :)
Welcome Arsya ...
Diposting oleh
Unknown
on Jumat, 09 Maret 2012
/
Comments: (0)
Hai Arsya kali ini papa akan menceritakan bagaimana proses kelahiran kamu.
Tanggal 28 Februari 2012 sore, papa dan mama kontrol ke dokter kandungan. Seperti biasanya dokter Doni melakukan pengecekan rutin mulai dari USG sampai menanyakan keluhan-keluhaan mama. Disitu dokter Doni hanya mengkhawatirkan berat kamu nak yang tiap minggunya bisa naik 4 ons, jadi klo tidak cepat-cepat lahir dikhawatirkan berat kamu bertambah dan akan membuat mama sulit untuk melahirkan secara normal. Tetapi sebelum kami pulang, dokter Doni melakukan pemeriksaan yang belum pernah di lakukan sebelumnya. Dokter Doni bilang sih dia akan membuka jalur lahir. Dia juga menginformasikan bahwa setelah ini akan keluar flek dan akan sering terjadi kontraksi.
Ternyata benar, malam harinya mama sering mengalami kontraksi dan keluar flek. Hingga larut malam mama masih sulit tertidur.
Keesokan harinya ketika papa ingin berangkat kerja, kontraksi yang dialami mama semakin hebat. Sepertinya tanda-tanda melahirkan sudah semakin dekat. Akhirnya papa memutuskan untuk tidak bekerja dan akan membawa mama ke Rumah Sakit. Sebelum berangkat ke rumah sakit, tidak lupa papa sempatkan terlebih dahulu untuk shalat dhuha guna memohon petunjuk dan kelancaran proses kelahiran mama. Papa pun juga menyuruh mama untuk membungkus mie instan dan makanan yang ada di dapur untuk di bagikan kepada yang tidak mampu. Papa dan Mama pun juga menyempatkan jalan kaki berkeliling komplek terlebih dahulu agar jalur lahir kamu semakin terbuka, sambil tidak lupa membawa bungkusan makanan untuk di bagikan kepada yang tidak mampu.
Akhirnya pagi menjelang siang itu, papa dan mama berangkat ke rumah sakit. Setelah tiba disana, bidan mengecek keadaan mama. Bidan bilang saat itu ternyata kondisi mama baru pembukaan satu. Masih terlalu jauh untuk melahirkan. Bidan menawarkan apakah mau pulang dulu atau mau lanjut, tapi mama menginginkan pulang dulu. Nah guna semakin mempercepat pembukaan jalan lahir, papa tidak mengajak mama pulang, melainkan jalan-jalan dulu ke mall karawaci. Dari siang sampai sore papa dan mama hanya muter2 di mall itu. Hingga akhirnya papa dan mama kecapean dan memutuskan untuk pulang.
Di rumah ternyata kontraksi mama semakin hebat dan waktunya juga semakin cepat. Malam itu juga papa langsung bawa mama kembali ke Rumah Sakit. Ternyata setelah di rumah sakit dan di cek oleh bidan, pembukaan mama baru pembukaan tiga. Bidan bilang kurang 7 lagi, karena untuk melahirkan harus sudah pembukaan 10, dan normalnya tiap pembukaan lamanya adalah satu jam, berarti kurang lebih masih 7 jam lagi kamu lahir nak. Papa pun memutuskan untuk nginep di rumah sakit.
Tepat jam 12 malam, kontraksi mama makin hebat sampai tidak tertahankan. Bidan pun segera mengecek, ternyata sudah pembukaan 9, lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Bidan pun akhirnya mempersiapkan seluruh proses kelahiran kamu, dengan tidak lupa menelpon dokter Doni untuk datang ke rumah sakit. Rasa ngantuk yang tadinya papa rasakan, tiba2 hilang seketika. Sesaat lagi papa akan menjadi seorang "papa".
Dokter Doni pun datang, dan proses kelahiran kamu pun di mulai. Kekhawatiran dan kecemasan mulai merasuki pikiran papa. Rasa untuk segera melihat kamu pun juga semakin tak tertahankan. Dokter Doni di bantu 2 bidan, dan papa berada di samping mama. Sekilas papa melihar raut muka mama yang juga tegang. Keringat dan air mata keluar bersamaan di saat mama berusaha mengeluarkan kamu. Ketuban pun pecah.
Satu kali, dua kali, tiga kali bidan dan dokter menyuruh mama menarik dan menghembuskan nafas. Posisi pun berganti dari telentang sampai miring. Bahkan minus mata yang semula di khawatirkan lupa saat itu juga. Dokter dan Bidan pun berganti-gantian memberi intruksi dan semangat kepada mama.
Hingga akhirnya suara tangisan kamu pun terdengar... Alhamdulilahhirobil alamin
Arsya Pramudita Azkadina
Lahir : 01 Maret 2012
Jam : 00.46
Berat : 3,5 kg
Panjang : 52 cm
Setelah bidan membersihkan kamu nak, bidan pun menempelkan kamu ke dada mama, Alhamdulilah ASI mama langsung keluar.
Setelah semua proses selesai, papa segera ambil wudhu untuk shalat sunah 2 rakat, rasa syukur papa untuk semua keajaiban yang papa terima malam itu, untuk kesehatan kamu dan mama nak, untuk proses yang lancar, aahhh rasanya air mata ini sudah mulai mengalir ingat saat itu lg, semuanya kaya mimpi. Selesai shalat, papa pun mengadzankan dan mengqomatkan kamu. Oh ya hampir lupa, satu lagi yang bikin papa senang, kamu lahir di 01 Maret bukan di 29 Februari, kebayangkan nak klo kamu lahir di tanggal kabisat, bisa 4 tahun sekali ngerayain ulang tahunnya.
Tidak lupa terima kasih untuk semua pihak yang sudah mendoakan dan mensupport kelahiran Arsya.
Peluk cium dari Arsya
Menjelang Kelahiran
Diposting oleh
Unknown
on Jumat, 10 Februari 2012
/
Comments: (1)
Arsya Sayang, papa tulis blog ini tepat di hari ulang tahun papa yang ke 28. Banyak cerita yang mau papa bagikan. Tapi sebelumnya izinkan papa ucap syukur yang sebesar2nya di ulang tahun papa kali ini atas segala hal yang telah Allah anugerahkan ke pada papa, terutama sudah ditiupkannya kamu nak ke dalam rahim mama.
Baik kita mulai ceritanya ya nak. Sore itu ketika mama pulang dari dinas, mama menelpon papa yang masih bekerja di kantor, memberitahukan klo mama jatuh di rumah. Mama bilang klo dia terpeleset, karena ada bekas bocoran air hujan yang tidak terlihat. Pikiran papa langsung kemana-mana mendengar hal seperti itu, takut hal buruk terjadi dengan kamu dan mama. Tapi mama meyakinkan papa klo dia tidak apa2, hanya sedikit keseleo dan tidak ada sesuatu terjadi dengan kandungannya. Untungnya sore itu memang sudah waktunya pulang, jadi papa langsung menuju ke rumah memastikan kondisi kamu dan mama tidak apa2. Alhamdulilah memang semua baik-baik saja.
Selang beberapa hari setelah kejadian itu, mama kembali menelpon papa yang sedang bekerja di kantor, memberitahukan bahwa ketika mama sedang mentranfusi darah pasien, tanpa tidak sengaja mama tertusuk jarum tranfusi darah penderita Hepatitis C. Ahhhh bagai mendengar petir di siang hari bolong. Tp Mama coba menenangkan papa dengan mengatakan bahwa sudah ada SOP (standard Operational Procedur) di rumah sakit untuk suster yang tertusuk jarum. Mama sudah menjalankan SOP tersebut, dengan mencuci tangan dan mengeluarkan bekas darahnya dengan air yang mengalir dan melakukan pengecekan darah. Hasil cek lab darah br bisa diketahui esok hari, bila memang negatif akan di cek lab lagi sebulan kemudian, bila masih negatif akan di cek kembali enam bulan kemudian. Tp itu semua belum bisa membuat papa tenang. Papa coba googling Hepatitis C dan dampaknya bagi janin dalam masa kehamilan, tapi namanya juga lg panik, tulisan-tulisan yang ada dilayar monitor komputer cuma membuat papa tambah pusing. Sekilas papa hanya bisa membaca bahwa resiko terbesar yang menimpa janin adalah kalahiran prematur. Karena bertambah panik, akhirnya papa mencoba mencoba menghubungi om Dhede sahabat papa dengan menggunakan YM. Papa ceritakan semuanya dan papa minta tolong agar dia memberikan data2 dan fakta2 seputar Hepatitis C tersebut. Om dhede pun menjabarkan semua fakta2 dan data2 yang ada, dia bilang hepatitis adalah virus yang menyerang hati yang bisa menyebabkan kanker hati, dan pengaruh janin yg ada didalam kandungan itu aman karena masih dilindungi oleh rahim, akan tetapi virus2 itu bisa saja menunggunya di jalur lahir bayi tersebut. Tapi memang benar bahwa virus hepatitis yang paling berbahaya adalah hepatitis B dan C. Ahhh tambah lemas lah papa mendengar semua itu.
Setelah semua kejadian yang menimpa, papa memutuskan untuk mempercepat kunjungan ke dokter kandungan. Rabu itu 08 Februari 2012, papa dan mama kontrol ke rumah sakit untuk mengecek keadaan kamu. Dan inilah hasilnya
Dokter bilang keadaan kamu baik-baik saja, semuanya normal walaupun dari berat badan agak sedikit melebihi ketentuan normal. Dan untuk perkiraan kelahiran tetap di tanggal 12 Maret dengan kemungkinan tercepat lahir pada tanggal 28 Februari.
Setelah dokter menjelaskan tentang keadaan kamu, papa mulai menceritakan apa yang menimpa mama tentang Hepatitis C. Dokter hanya bilang, ikuti semua SOP di rumah sakit yang berlaku, dia juga bilang Hapatitis C sampai saat ini tidak ada serumnya, tidak seperti Hepatitis B yang sudah ada obatnya. Solusinya saat ini mungkin dengan meningkatkan daya tahan tubuh, agar tubuh kuat melawan virus-virus itu.
Akhirnya dokterpun memberikan resep yang isinya selain vitamin juga obat untuk meningkatkan daya tahan tubuh mama.
Yah inilah mungkin fase yang harus kita hadapi bersama sayang. Papa yakin mama dan kamu pasti kuat untuk melawan virus-virus itu. Papa selalu berdoa kepada Allah untuk kesehatan dan keselamatan kamu dan mama, tak lupa pula permohonan dukungan dan doa dari orang-orang yang telah setia membaca blog ini. Aminn..
Ok sayang sampe disini dulu, kayanya udah kepanjangan, nanti papa update lg ceritanya.
8-9 bulan
Diposting oleh
Unknown
on Jumat, 03 Februari 2012
/
Comments: (1)
Hai Arsya apa kabar? Wah makin dekat aja nih menuju hari kelahiranmu. Ada banyak sih yang mau papa ceritakan, tp seperti biasa papa akan cerita dulu ya soal kondisi kamu saat ini.
Rabu, 25 Januari 2012 mama kontrol ke dokter kandungan, kali ini mohon maaf papa tidak ikut menemani ke Rumah Sakit, karena memang saat itu sedang ada urusan.
Dan ini hasil USG saat itu
Nih perlengkapan baby yang udah dipersiapkan
Rabu, 25 Januari 2012 mama kontrol ke dokter kandungan, kali ini mohon maaf papa tidak ikut menemani ke Rumah Sakit, karena memang saat itu sedang ada urusan.
Dan ini hasil USG saat itu
Alhamdulilah menurut dokter kondisi kamu baik-baik saja nak, tidak ada yang perlu di khawatirkan. Saat inipun mama sudah diperbolehkan untuk mengikuti senam hamil guna memperlancar proses kelahiran kelak. Oh ya kamu tambah aktif loh nak, makin sering nendang-nendang perut mama (klo istilahnya sih perut mama jadi sering kontraksi), makanya mama jadi sering minum obat kontraksi yang memang sudah di rekomendasikan oleh dokter.
Papa dan mama juga sudah mulai menyicil membeli perlengkapan kamu. Papa dan Mama akhirnya coba-coba hunting ke Pasar Tanah Abang, yang katanya sih disana harganya lebih murah. Setelah kesana kemari muter-muter Tanah Abang, ketemu jugalah satu lantai yang isinya perlengkapan bayi semua, yang jadi masalah ternyata disana walaupun harga grosir tetapi tidak bisa dibeli secara satuan. Lalu disana pun juga tidak nyaman untuk memilih barang yang akan di beli terlebih kondisi mama yang memang hamil besar. Alhasil karena keadaan yang seperti itu, papa dan mama memutuskan untuk membeli barang seadanya saja.
Nah, beberapa minggu setelah ke Pasar Tanah Abang, Mbah Uti yang di pondok cabe mau membelikan barang-barang perlengkapan kamu. Wah seneng banget deh papa dan mama dengernya, mumpung ada yang gratis :) . Uti akhirnya mengajak mama mngunjungi toko perlengkapan bayi yang ada di sekitar pondok cabe. Ternyata dari harga juga ga terlalu berbeda dengan yang ada di pasar tanah abang.
Ini bon belanjaannya
Perlengkapan mandi dan bedak
Beberapa yang di beli di pasar Tn Abang dan Kain yang dibeliin dikampung sama Uti di Petukangan
Mama dan Uti Pondok Cabe belinya disini loh
Ini perlengkapan kamu semua
Sebenernya ada beberapa lagi sih barang-barang yang ga sempet di tampilkan di sini, hasil pemberian dari temen-temen papa, kaya dari Cici Santi yang udah memberikan box tempat tidur, Cici Hilda yang udah ngasih sepatu dan guritanya. Pokoknya perlengkapan baby dah siap deh nak.
Nah terakhir papa belikan kamu ini nak buat mandi
Mudah-mudah kamu suka ya sayang.
Masih banyak sih sebenernya yang kurang, nanti papa dan mama akan melengkapinya pelan-pelan.
Nah yang terakhir, akhirnya sekarang papa dan mama udah punya nama yang lengkap buat kamu. Nama ini juga di sukai oleh Tante Qiqi dan Tante Ani. Insya Allah nanti kamu akan papa beri nama ARSYA PRAMUDITA AZKADINA, yang artinya tempat mulia di surga yang pintar, rajin dan taat beribadah.
Ok Arsya, segini dl ya, nanti papa update lg infonya.












































