RSS

Happy wedding anniversary

Saya gak tau harus mulai darimana,
saya juga awalnya nggak tau mau nulis apa,
Tapi berhubung ini wedding anniversary saya, jadi saya putuskan untuk menulis tentang KAMU, pendamping hidup saya, istri saya tercinta...

Saya menyayangi kamu dari semua hal yang kamu punya. Kekuranganmu, kelebihanmu, semuanya.

Kamu yang tidak banyak berekspresi, kamu yang cemburuan, kamu yang penyayang, kamu yang pekerja keras, kamu yang keras kepala, kamu yang ceriwis...

Rasanya seperti membaca buku. Sebuah buku yang tidak habis-habis lembarannya saya baca. Kalau bisa diberikan judul, mungkin judulnya akan "It’s All About My Wife : Jangan dibaca jika Anda tidak benar-benar menyayanginya". Buku itu akan berisi tentang kamu. Tentang kita, tentang rumah tangga kita, tentang anak-anak kita, tentang apa makanan kesukaanmu, tentang apa yang kamu suka dan tidak suka....

Saya awalnya tidak benar-benar menyayangi kamu.
Saya pikir kita hanya akan berhenti pada batas "Profesi". Ya saya mengagumimu profesimu sebagai seorang perawat. Tapi semua hal yang kita perbincangkan, mimpi dan harapanmu, pola pikir kamu, senyumanmu yang sangat kental, kedua bola matamu, ejekan-ejekan khas yang keluar dari mulutmu, kebutuhan untuk mendampingi hidupmu, semua mendadak berputar balik menyerang saya dan berbaris rapi menyiapkan amunisi untuk membuat saya benar-benar menyayangi kamu.

Dan semua tentang kamu membuat saya yakin menjadikan kamu menjadi pendamping hidup saya...

Kamu ingat, hari-hari diawal kita menikah, ketika kita berdua berbaring bersampingan dengan beralaskan tikar (karena untuk beli kasur uangnya udah habis buat resepsi dan bayar kontrakan rumah), memandang langit-langit rumah dengan kipas angin tua yang berputar penuh semangat menghilangkan kegerahan kita akan cuaca di kota karawaci yang meradang?

Lalu kamu peluk aku. Lama, tapi hangat. Aku suka, lalu kemudian memilih untuk tenggelam di dalamnya.

Aku memiliki keinginan yang besar untuk bisa ada setiap malam menemanimu berbincang tentang segala hal sebelum kita akhirnya pergi tidur. Aku memiliki keinginan yang besar untuk memberimu sentuhan-sentuhan kecil di bagian kepala setiap kali kamu mengeluh karena mengkhawatirkan banyak hal.

Sayang,
Apapun rintangan yang akan kita hadapi dalam mengarungi rumah tangga kita, kamu harus percaya suatu saat ini akan berbuah manis.
Walaupun hasilnya tidak seperti yang kita inginkan, tapi kita harus yakin itulah yang kita butuhkan. Setidaknya, untuk pembelajaran.

Happy wedding Anniversary beib

Kebersamaan kita, adalah keinginan saya yang sampai saat ini tidak ingin saya lepas kesempatannya.



















Cuma Sekdar Tulisan

"Mbak, saya pesan kopi, pisahkan pahitnya ya", pintaku pada pelayan ini. "Hidup, tak boleh memilih rasa nyeri", jawabnya, menjauh pergi

"Baiklah, satu cangkir saja, kopi tanpa gula, agar pahitnya membuat luka makin dewasa", jawabku, sambil menatap daftar menu

"Pesan saja kopi yg kamu mau, siapa tahu, pada teguk terakhir; lukamu menemukan takdir", pelayan cafe itu menceramahiku

"Seperti apa kau tahu tentang rasa sakitku, apakah sebaik pengetahuanmu ttg rasa pahit kopiku", kataku, sambil memainkan gadgetku

"Minum saja kopimu, jgn habiskan waktu dgn tanya padaku. Rasa pahit, dan juga sakit, punya deadline sendiri", katanya, malu-malu

"Terima kasih, Mbak, telah memberi rasa pahit pd kopiku. Minta nmr telponmu, nanti kutelpon kalau sdh bisa melupakan sakitku", pintaku

"Tak perlu menghubungiku, sebab saat kau telah melupakan rasa sakitmu, aku tak lagi menjadi pelayan di cafe ini", jawabnya, ragu

Kutinggalkan cafe itu pelan-pelan. Sebuah pesan pada bon yg aku bayarkan: "selain kopi, tak ada lagi kekasih yg tak menyakiti"


taken from @Bemz_Q

Setahun Arsya


Arsya sayang, rasanya baru kemarin mama dengan semangat memberitahukan hasil testpack di pagi hari itu ke papa bahwa mama positif hamil.
Rasanya baru kemarin merasakan sensasi berburu perlengkapan baby guna mempersiapkan kelahiran kamu.
Dan rasanya baru kemarin papa dan mama merasakan ketegangan menanti  detik-detik kelahiran kamu.


Hingga akhirnya 01 Maret 2012 pukul 00.46 Wib engkau lahir kedunia ini anakku.
ARSYA PRAMUDITA AZKADINA
Tangis pertamamu masih papa ingat betul nak, dalam keadaan masih berlumuran darah dan lendir kamu nangis sekeras2nya, tak lupa papa juga menyempatkan untuk mengambil foto dan memvideokan saat-saat pertama kamu hadir di dunia ini. Bagaimana saking bercampur aduknya perasaan papa saat itu antara senang, sedih, tegang sampai-sampai papa salah mengadzankan kamu, bukan di telinga kanan melainkan di telinga kiri, hingga akhirnya papa sadar dan mengulang adzan dari awal dan tentu saja di telinga kanan. Bagaimana akhirnya secara tiba-tiba butiran air mata ini menetes dipipi papa. Butiran air mata seorang papa yang sangat bahagia, melihat bayi mungil lahir dari rahim Mama. Engkau adalah Rahmat dan sekaligus titipan Allah untuk Papa dan Mama Arsya ku sayang. 

Hari demi hari, bulan demi bulan telah engkau lalui hingga tak terasa usiamu sekarang sudah menginjak satu tahun. Tepat hari ini 01 Maret 2013. 
Bila dulu engkau hanya mampu menangis, kini engkau telah belajar untuk mengenali orang-orang di sekitarmu, engkau telah belajar berbicara, engkau telah belajar berjalan, dan masih banyak lagi tugas perkembangan yang harus engkau lalui.

Di ulang tahunmu yang pertama ini,  Papa hanya berpesan kepadamu Nak. Kelak engkau besar nanti, jadilah engkau insan yang senantiasa bertaqwa, senantiasa mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah kepadamu, jadilah engkau insan yang jujur karena sekali engkau berdusta, maka orang tidak akan mempercayaimu lagi. Pegang teguh kalimah Tauhid dalam setiap nafasmu. Jadilah engkau anak yang pandai, yang selalu menjalankan ibadah wajib dan menghidupkan yang sunah, panjangkan malam dengan tahajudmu, dan mengisi pagi dengan Dhuhamu. Hiasi hari-harimu dengan kalam-kalam suci Alquran, sedekahkan harta terbaikmu dan  bantulah lingkunganmu ketika mereka membutuhkan pertolonganmu, dan bergunalah engkau bagi sesama.

Tidak ada yang bisa Papa berikan kepadamu di hari ulang tahunmu ini nak, kecuali kasih sayang seorang Papa yang tulus kepada putri kecilnya. Kecupan Papa di keningmu sebagai ungkapan Selamat Ulang Tahun untukmu mungkin akan lebih engkau mengerti, dibandingkan ucapan Selamat Ulang Tahun ribuan kali


Selamat Ulang Tahun Arsyaku Sayang…….. doa Papa dan mama selalu menyertaimu..









Karena Banjir pun perlu di dokumentasikan

Dear Arsya, kali ini papa ga akan bahas soal tumbuh kembang kamu di blog ini tetapi papa akan menshare foto-foto musibah banjir yang terjadi di kota Jakarta pada tanggal 17 Januari 2013. Banjir hebat yang telah  menelan korban jiwa, harta dan melumpuhkan denyut nadi perekonomian kota ini. Arsya memang tinggal di Tangerang dan Alhamdulilah pemukiman kita ga terkena banjir, tetapi papa mau mengingatkan bahwa di kota manapun nantinya kelak kamu akan tinggal, kamu harus tetap bertanggung jawab terhadap kota itu. Dan mudah-mudahan foto-foto ini bisa menjadi pelajaran kelak buat Arsya dimasa yang akan datang.


suasana di jalan thamrin
Bundaran HI
Patung kuda monas


Pusat perkantoran JL Thamrin

HI

Beberapa wilayah tinggi air hingga se atap

orang-orang yang bekerja harus di evakuasi



Stasiun Kereta Api ga luput dari banjir

Bule juga kebanjiran :(

Mobil atau kapal selam ???
Suasana di pengungsian

Apapun keadaannya, ingat ALLAH
Innalilahi Wa innailaihi Rojiun

Banjir masuk berita Internasional
Salut buat relawan, tim SAR, paramedis, dan orang2 yang berjuang di banjir ini

Bendungan katulampa


Salah satu sudut di lahan parkir di jakarta

ini padahal jalur utama di pusat kota

Presiden juga kebanjiran
Kereta pun ga luput diserang banjir

Lumpuh total

Mobil mahal mogok di tengah banjir


Sekalian mandiin kereta
Ya Allah, baik dan buruk adalah dari-Mu. Jadikan banjir ini dan musibah lainnya, selalu baik. Sungguh tidak ada yg buruk dari-Mu.

Engkaulah ya Allah Pemilik Air, curahannya, alirannya. Engkau juga Pengendalinya. Tarik ia kembali ya Allah & ampuni kami.

Jika banjir ini sbb Engkau marah kami kebanyakan lalai, kebanyakan pesta2 pora, lupa akan shalat, jadikan ini bel kiamat buat kami.

Jika banjir ini menyebabkan muncul belas kasih kami & spirit berbagi, makasih ya Allah. Mudah2an jd training 
hebat untuk kami & ladang amal.

Yaa Allah, jika banjir ini sebab kesombongan kami, lupa bahwa negeri ini punya-Mu, kota ini punya-Mu, ampuni kami ya Allah...




Pengalaman merawat Arsya di Rumah Sakit.

Awalnya Jumat 14 Desember 2012 , pulang kerja papa lihat Arsya tiba-tiba muntah entah kenapa, untung waktu itu mama lagi libur jadi bisa memantau kondisi kamu seharian. Malam harinya suhu badan kamu nak mulai tinggi. Awalnya papa pikir mungkin kamu mau tumbuh gigi atau mungkin kamu mau jalan,mengingat usia kamu saat ini sudah 9 bulan. Esoknya ternyata perkiraan papa salah, kamu mulai mencret-mencret dan makanan serta susu yang kamu minum selalu kamu muntahkan. Makin sore kondisi kamu makin drop. Akhirnya menjelang magrib papa dan mama membawa kamu ke RS Siloam untuk memeriksakan kondisi kamu. Kamu dibawa masuk ke UGD dan mulai dilakukan pemeriksaan. Suhu badan kamu 38 derajat celcius. Dokter di UGD merekomendasikan kamu  ke dokter Adi, dokter specialis anak yang malam itu ternyata masih praktek. Tapi sebelum di bawa ke ruang prakteknya, kamu di berikan obat penurun panas yang diberikan melalui anus kamu, papa ga tau apa nama obat itu, yang jelas obat itu berguna untuk penurun panas.

Akhirnya dibawalah kamu ke ruang prakter dokter Adi. Pemeriksaan pun dilakukan. Diagnosa awal kamu diare, dokter belum bisa memastikan penyebabnya karena apa tetapi yang dikhawatirkan dokter saat itu adalah virus rota, yaitu virus yang memang biasa menyerang saluran pencernaan anak-anak, tp syukur alhamdulilah sebelumnya kamu sudah pernah diimunisasi rota. Setelah dilakukan pemeriksaan dokterpun menyarankan kamu untuk dirawat setelah melihat wajah kamu, dibawah mata ada cekungan, yg tanda itu merupakan salah satu indikasi kalo kamu mengalami kekurangan cairan, agak riskan kalo harus dirawat di rumah.

Saat itu juga papa membereskan administrasi yang berhubungan dengan  rawat inap kamu di rumah sakit. Bangsal anak tempat kamu dirawat di lantai 7 kamar 750 bed 2. Sampai disana inilah saat-saat yang membuat papa pilu yaitu saat para suster mulai memasang infus di tangan kiri kamu. Tangisan, jeritan dan teriakan kamu rasanya membuat hati papa kaya teriris. Sambil membantu suster memegangi badan kamu, rasanya air mata papa udah mau keluar, untung papa tahan, papa harus terlihat tegar dan berpikir ini pasti akan berlalu. Suster juga mengambil darah kamu dan pup kamu untuk di cek di laboratorium.

Aaaahhhhh akhirnya selesai juga malam itu, kamu udah mulai tenang nak, infus sudah terpasang, dan makanan untuk kamu juga sudah datang. Kamu laper banget waktu itu, mama menyuapi kamu dengan telaten, dan bubur satu mangkok hampir setengahnya kamu habiskan. Sayangnya malam itu kamu ga bisa tidur, reweeelll terus sepanjang malam. Papa dan mama pun hampir sepanjang malam begadang untuk menjaga kamu.

ada yang aneh sama tangan kirinya

Lemes habis dipasang infus


Tepar juga akhirnya



Esoknya dokter Adi mengecek kondisi kamu, sudah ada perubahan sedikit. Obat pun juga sudah diberikan oleh suster, tapi kamu tetep masih lemes. Akung dan Uti dari Pondok Cabe dan Petukangan pun udah berkumpul di Rumah Sakit untuk melihat kondisi kamu. Alhamdulilah kondisi kamu berangsur-angsur membaik.

Hingga akhirnya Senin pagi, setelah dokter Adi melakukan pemeriksaan dan melihat hasil lab kamu yang memang tidak ada yang mengkhawatirkan, akhirnya kamu diijinkan pulang nak. Alhamdulilah.. Puji Syukur kepada Allah SWT. Kamu sendiri bukan main senangnya ketika infus di tangan kiri kamu di copot oleh suster.

Ini Foto hari-hari terakhir kamu di rumah sakit..










Segini dl ya Arsya ceritanya, sehat ataupun sakit kita harus tetap bersyukur sama Allah ya sayang..

Papa love Arsya..