Arsya in Action
Diposting oleh
Unknown
on Kamis, 15 Maret 2012
/
Comments: (0)
Kali ini papa ga mau cerita, cuma mau menshare foto-foto kamu yang menurut papa sih oke banget pokoknya, kan siapa tau nanti ada Rumah Produksi yang mau ngelirik kamu nak buat di jadiin bintang iklan or sinetron :)
Welcome Arsya ...
Diposting oleh
Unknown
on Jumat, 09 Maret 2012
/
Comments: (0)
Hai Arsya kali ini papa akan menceritakan bagaimana proses kelahiran kamu.
Tanggal 28 Februari 2012 sore, papa dan mama kontrol ke dokter kandungan. Seperti biasanya dokter Doni melakukan pengecekan rutin mulai dari USG sampai menanyakan keluhan-keluhaan mama. Disitu dokter Doni hanya mengkhawatirkan berat kamu nak yang tiap minggunya bisa naik 4 ons, jadi klo tidak cepat-cepat lahir dikhawatirkan berat kamu bertambah dan akan membuat mama sulit untuk melahirkan secara normal. Tetapi sebelum kami pulang, dokter Doni melakukan pemeriksaan yang belum pernah di lakukan sebelumnya. Dokter Doni bilang sih dia akan membuka jalur lahir. Dia juga menginformasikan bahwa setelah ini akan keluar flek dan akan sering terjadi kontraksi.
Ternyata benar, malam harinya mama sering mengalami kontraksi dan keluar flek. Hingga larut malam mama masih sulit tertidur.
Keesokan harinya ketika papa ingin berangkat kerja, kontraksi yang dialami mama semakin hebat. Sepertinya tanda-tanda melahirkan sudah semakin dekat. Akhirnya papa memutuskan untuk tidak bekerja dan akan membawa mama ke Rumah Sakit. Sebelum berangkat ke rumah sakit, tidak lupa papa sempatkan terlebih dahulu untuk shalat dhuha guna memohon petunjuk dan kelancaran proses kelahiran mama. Papa pun juga menyuruh mama untuk membungkus mie instan dan makanan yang ada di dapur untuk di bagikan kepada yang tidak mampu. Papa dan Mama pun juga menyempatkan jalan kaki berkeliling komplek terlebih dahulu agar jalur lahir kamu semakin terbuka, sambil tidak lupa membawa bungkusan makanan untuk di bagikan kepada yang tidak mampu.
Akhirnya pagi menjelang siang itu, papa dan mama berangkat ke rumah sakit. Setelah tiba disana, bidan mengecek keadaan mama. Bidan bilang saat itu ternyata kondisi mama baru pembukaan satu. Masih terlalu jauh untuk melahirkan. Bidan menawarkan apakah mau pulang dulu atau mau lanjut, tapi mama menginginkan pulang dulu. Nah guna semakin mempercepat pembukaan jalan lahir, papa tidak mengajak mama pulang, melainkan jalan-jalan dulu ke mall karawaci. Dari siang sampai sore papa dan mama hanya muter2 di mall itu. Hingga akhirnya papa dan mama kecapean dan memutuskan untuk pulang.
Di rumah ternyata kontraksi mama semakin hebat dan waktunya juga semakin cepat. Malam itu juga papa langsung bawa mama kembali ke Rumah Sakit. Ternyata setelah di rumah sakit dan di cek oleh bidan, pembukaan mama baru pembukaan tiga. Bidan bilang kurang 7 lagi, karena untuk melahirkan harus sudah pembukaan 10, dan normalnya tiap pembukaan lamanya adalah satu jam, berarti kurang lebih masih 7 jam lagi kamu lahir nak. Papa pun memutuskan untuk nginep di rumah sakit.
Tepat jam 12 malam, kontraksi mama makin hebat sampai tidak tertahankan. Bidan pun segera mengecek, ternyata sudah pembukaan 9, lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Bidan pun akhirnya mempersiapkan seluruh proses kelahiran kamu, dengan tidak lupa menelpon dokter Doni untuk datang ke rumah sakit. Rasa ngantuk yang tadinya papa rasakan, tiba2 hilang seketika. Sesaat lagi papa akan menjadi seorang "papa".
Dokter Doni pun datang, dan proses kelahiran kamu pun di mulai. Kekhawatiran dan kecemasan mulai merasuki pikiran papa. Rasa untuk segera melihat kamu pun juga semakin tak tertahankan. Dokter Doni di bantu 2 bidan, dan papa berada di samping mama. Sekilas papa melihar raut muka mama yang juga tegang. Keringat dan air mata keluar bersamaan di saat mama berusaha mengeluarkan kamu. Ketuban pun pecah.
Satu kali, dua kali, tiga kali bidan dan dokter menyuruh mama menarik dan menghembuskan nafas. Posisi pun berganti dari telentang sampai miring. Bahkan minus mata yang semula di khawatirkan lupa saat itu juga. Dokter dan Bidan pun berganti-gantian memberi intruksi dan semangat kepada mama.
Hingga akhirnya suara tangisan kamu pun terdengar... Alhamdulilahhirobil alamin
Arsya Pramudita Azkadina
Lahir : 01 Maret 2012
Jam : 00.46
Berat : 3,5 kg
Panjang : 52 cm
Setelah bidan membersihkan kamu nak, bidan pun menempelkan kamu ke dada mama, Alhamdulilah ASI mama langsung keluar.
Setelah semua proses selesai, papa segera ambil wudhu untuk shalat sunah 2 rakat, rasa syukur papa untuk semua keajaiban yang papa terima malam itu, untuk kesehatan kamu dan mama nak, untuk proses yang lancar, aahhh rasanya air mata ini sudah mulai mengalir ingat saat itu lg, semuanya kaya mimpi. Selesai shalat, papa pun mengadzankan dan mengqomatkan kamu. Oh ya hampir lupa, satu lagi yang bikin papa senang, kamu lahir di 01 Maret bukan di 29 Februari, kebayangkan nak klo kamu lahir di tanggal kabisat, bisa 4 tahun sekali ngerayain ulang tahunnya.
Tidak lupa terima kasih untuk semua pihak yang sudah mendoakan dan mensupport kelahiran Arsya.
Peluk cium dari Arsya
Menjelang Kelahiran
Diposting oleh
Unknown
on Jumat, 10 Februari 2012
/
Comments: (1)
Arsya Sayang, papa tulis blog ini tepat di hari ulang tahun papa yang ke 28. Banyak cerita yang mau papa bagikan. Tapi sebelumnya izinkan papa ucap syukur yang sebesar2nya di ulang tahun papa kali ini atas segala hal yang telah Allah anugerahkan ke pada papa, terutama sudah ditiupkannya kamu nak ke dalam rahim mama.
Baik kita mulai ceritanya ya nak. Sore itu ketika mama pulang dari dinas, mama menelpon papa yang masih bekerja di kantor, memberitahukan klo mama jatuh di rumah. Mama bilang klo dia terpeleset, karena ada bekas bocoran air hujan yang tidak terlihat. Pikiran papa langsung kemana-mana mendengar hal seperti itu, takut hal buruk terjadi dengan kamu dan mama. Tapi mama meyakinkan papa klo dia tidak apa2, hanya sedikit keseleo dan tidak ada sesuatu terjadi dengan kandungannya. Untungnya sore itu memang sudah waktunya pulang, jadi papa langsung menuju ke rumah memastikan kondisi kamu dan mama tidak apa2. Alhamdulilah memang semua baik-baik saja.
Selang beberapa hari setelah kejadian itu, mama kembali menelpon papa yang sedang bekerja di kantor, memberitahukan bahwa ketika mama sedang mentranfusi darah pasien, tanpa tidak sengaja mama tertusuk jarum tranfusi darah penderita Hepatitis C. Ahhhh bagai mendengar petir di siang hari bolong. Tp Mama coba menenangkan papa dengan mengatakan bahwa sudah ada SOP (standard Operational Procedur) di rumah sakit untuk suster yang tertusuk jarum. Mama sudah menjalankan SOP tersebut, dengan mencuci tangan dan mengeluarkan bekas darahnya dengan air yang mengalir dan melakukan pengecekan darah. Hasil cek lab darah br bisa diketahui esok hari, bila memang negatif akan di cek lab lagi sebulan kemudian, bila masih negatif akan di cek kembali enam bulan kemudian. Tp itu semua belum bisa membuat papa tenang. Papa coba googling Hepatitis C dan dampaknya bagi janin dalam masa kehamilan, tapi namanya juga lg panik, tulisan-tulisan yang ada dilayar monitor komputer cuma membuat papa tambah pusing. Sekilas papa hanya bisa membaca bahwa resiko terbesar yang menimpa janin adalah kalahiran prematur. Karena bertambah panik, akhirnya papa mencoba mencoba menghubungi om Dhede sahabat papa dengan menggunakan YM. Papa ceritakan semuanya dan papa minta tolong agar dia memberikan data2 dan fakta2 seputar Hepatitis C tersebut. Om dhede pun menjabarkan semua fakta2 dan data2 yang ada, dia bilang hepatitis adalah virus yang menyerang hati yang bisa menyebabkan kanker hati, dan pengaruh janin yg ada didalam kandungan itu aman karena masih dilindungi oleh rahim, akan tetapi virus2 itu bisa saja menunggunya di jalur lahir bayi tersebut. Tapi memang benar bahwa virus hepatitis yang paling berbahaya adalah hepatitis B dan C. Ahhh tambah lemas lah papa mendengar semua itu.
Setelah semua kejadian yang menimpa, papa memutuskan untuk mempercepat kunjungan ke dokter kandungan. Rabu itu 08 Februari 2012, papa dan mama kontrol ke rumah sakit untuk mengecek keadaan kamu. Dan inilah hasilnya
Dokter bilang keadaan kamu baik-baik saja, semuanya normal walaupun dari berat badan agak sedikit melebihi ketentuan normal. Dan untuk perkiraan kelahiran tetap di tanggal 12 Maret dengan kemungkinan tercepat lahir pada tanggal 28 Februari.
Setelah dokter menjelaskan tentang keadaan kamu, papa mulai menceritakan apa yang menimpa mama tentang Hepatitis C. Dokter hanya bilang, ikuti semua SOP di rumah sakit yang berlaku, dia juga bilang Hapatitis C sampai saat ini tidak ada serumnya, tidak seperti Hepatitis B yang sudah ada obatnya. Solusinya saat ini mungkin dengan meningkatkan daya tahan tubuh, agar tubuh kuat melawan virus-virus itu.
Akhirnya dokterpun memberikan resep yang isinya selain vitamin juga obat untuk meningkatkan daya tahan tubuh mama.
Yah inilah mungkin fase yang harus kita hadapi bersama sayang. Papa yakin mama dan kamu pasti kuat untuk melawan virus-virus itu. Papa selalu berdoa kepada Allah untuk kesehatan dan keselamatan kamu dan mama, tak lupa pula permohonan dukungan dan doa dari orang-orang yang telah setia membaca blog ini. Aminn..
Ok sayang sampe disini dulu, kayanya udah kepanjangan, nanti papa update lg ceritanya.
8-9 bulan
Diposting oleh
Unknown
on Jumat, 03 Februari 2012
/
Comments: (1)
Hai Arsya apa kabar? Wah makin dekat aja nih menuju hari kelahiranmu. Ada banyak sih yang mau papa ceritakan, tp seperti biasa papa akan cerita dulu ya soal kondisi kamu saat ini.
Rabu, 25 Januari 2012 mama kontrol ke dokter kandungan, kali ini mohon maaf papa tidak ikut menemani ke Rumah Sakit, karena memang saat itu sedang ada urusan.
Dan ini hasil USG saat itu
Nih perlengkapan baby yang udah dipersiapkan
Rabu, 25 Januari 2012 mama kontrol ke dokter kandungan, kali ini mohon maaf papa tidak ikut menemani ke Rumah Sakit, karena memang saat itu sedang ada urusan.
Dan ini hasil USG saat itu
Alhamdulilah menurut dokter kondisi kamu baik-baik saja nak, tidak ada yang perlu di khawatirkan. Saat inipun mama sudah diperbolehkan untuk mengikuti senam hamil guna memperlancar proses kelahiran kelak. Oh ya kamu tambah aktif loh nak, makin sering nendang-nendang perut mama (klo istilahnya sih perut mama jadi sering kontraksi), makanya mama jadi sering minum obat kontraksi yang memang sudah di rekomendasikan oleh dokter.
Papa dan mama juga sudah mulai menyicil membeli perlengkapan kamu. Papa dan Mama akhirnya coba-coba hunting ke Pasar Tanah Abang, yang katanya sih disana harganya lebih murah. Setelah kesana kemari muter-muter Tanah Abang, ketemu jugalah satu lantai yang isinya perlengkapan bayi semua, yang jadi masalah ternyata disana walaupun harga grosir tetapi tidak bisa dibeli secara satuan. Lalu disana pun juga tidak nyaman untuk memilih barang yang akan di beli terlebih kondisi mama yang memang hamil besar. Alhasil karena keadaan yang seperti itu, papa dan mama memutuskan untuk membeli barang seadanya saja.
Nah, beberapa minggu setelah ke Pasar Tanah Abang, Mbah Uti yang di pondok cabe mau membelikan barang-barang perlengkapan kamu. Wah seneng banget deh papa dan mama dengernya, mumpung ada yang gratis :) . Uti akhirnya mengajak mama mngunjungi toko perlengkapan bayi yang ada di sekitar pondok cabe. Ternyata dari harga juga ga terlalu berbeda dengan yang ada di pasar tanah abang.
Ini bon belanjaannya
Perlengkapan mandi dan bedak
Beberapa yang di beli di pasar Tn Abang dan Kain yang dibeliin dikampung sama Uti di Petukangan
Mama dan Uti Pondok Cabe belinya disini loh
Ini perlengkapan kamu semua
Sebenernya ada beberapa lagi sih barang-barang yang ga sempet di tampilkan di sini, hasil pemberian dari temen-temen papa, kaya dari Cici Santi yang udah memberikan box tempat tidur, Cici Hilda yang udah ngasih sepatu dan guritanya. Pokoknya perlengkapan baby dah siap deh nak.
Nah terakhir papa belikan kamu ini nak buat mandi
Mudah-mudah kamu suka ya sayang.
Masih banyak sih sebenernya yang kurang, nanti papa dan mama akan melengkapinya pelan-pelan.
Nah yang terakhir, akhirnya sekarang papa dan mama udah punya nama yang lengkap buat kamu. Nama ini juga di sukai oleh Tante Qiqi dan Tante Ani. Insya Allah nanti kamu akan papa beri nama ARSYA PRAMUDITA AZKADINA, yang artinya tempat mulia di surga yang pintar, rajin dan taat beribadah.
Ok Arsya, segini dl ya, nanti papa update lg infonya.
7 bulan
Diposting oleh
Unknown
on Jumat, 13 Januari 2012
/
Comments: (1)
Hei Arsya apa kabar? wah kamu sudah semakin besar sekarang di kandungan mama. Oh iya ini tulisan pertama di Tahun 2012 loh. Kemarin pas malam pergantian tahun, uti, bude wiwin, dan mas Inggil nginep di rumah kita, ngumpul-ngumpul bareng sambil ngeliat petasan yang rameee banget pas jam 12 malam. Untung kamu ga kenapa2 sayang denger berisiknya suara petasan.
Ok,kita lanjut ya nak ke cerita soal perkembangan kamu di dalam janin. Sabtu 07 Januari 2012, jadwal kamu untuk kontrol ke rumah sakit.
Dan inilah hasilnya
Alhamdulilah kamu sehat, tidak ada keluhan yang berarti. Keputihan yang mama alami kemarin juga sudah jarang. Cuma memang dokter bilang berat kamu 2 Kg, cukup besar mengingat usia kamu baru 7 bulan di kandungan. Sepertinya mama memang harus mengurangi karbohidrat dan mengurangi minum air dingin.
Mama juga udah mulai susah tidur, bingung mo posisi tidur ngadep kemana. Kaki sering kesemutan, dan yang paling sering rasa nusuk2 di ulu hati. Dokter bilang sih itu semua masih dalam ambang wajar.
Akhirnya dokter hanya memberikan beberapa obat2an. Terus terang papa ga ngerti itu obat buat apa, yang papa tau sih salah satunya adalah vitamin.
Kunjungan ke dokter kali ini memang cukup singkat, berhubung banyak pasien yang sudah antri.
Oh ya, papa dan mama udah dapet beberapa nama nih buat kamu. Papa sih maunya memberi nama kamu dengan 3 suku kata dan klo bisa harus berasal dari bahasa sansekerta. Klo kemarin2 baru dapat nama Arsya untuk nama panggilan. Nah sekarang udah dapet satu nama lagi, yaitu Azkadina. Berasal dari bahasa sansekerta yang artinya saleh dan taat beragama. Satu kata lagi masih menjadi perdebatan antara mama dan papa, ini listnya :
Indira : Keadilan Kamania : Cantik
Laurinda : Mahkota
Kirana : Sinarnya cantik dan molek Pramudita : pandai
Amanta : Cinta Avisa : Lembut
Ardhani : Suci
Nah dari nama-nama tersebut sebenernya sudah ada beberapa yang menurut papa dan mama bagus, cuma masih belum yakin aja. Nih klo mau tau
- Arsya Kirana Azkadina
- Arsya Pramudita Azkadina
- Arsya Azkadina Prasetyo (Klo yang ini sih biar papa ikutan eksis deh di nama kamu heheheh )
Mungkin segini dulu ya nak ceritanya, siapa tau kan ada ide2 lain di cerita selanjutnya atau siapa tau dari pembaca blog ini ada yang mo sumbang saran (ditunggu lo masukannya).
Ok,kita lanjut ya nak ke cerita soal perkembangan kamu di dalam janin. Sabtu 07 Januari 2012, jadwal kamu untuk kontrol ke rumah sakit.
Dan inilah hasilnya
Mama juga udah mulai susah tidur, bingung mo posisi tidur ngadep kemana. Kaki sering kesemutan, dan yang paling sering rasa nusuk2 di ulu hati. Dokter bilang sih itu semua masih dalam ambang wajar.
Akhirnya dokter hanya memberikan beberapa obat2an. Terus terang papa ga ngerti itu obat buat apa, yang papa tau sih salah satunya adalah vitamin.
Kunjungan ke dokter kali ini memang cukup singkat, berhubung banyak pasien yang sudah antri.
Oh ya, papa dan mama udah dapet beberapa nama nih buat kamu. Papa sih maunya memberi nama kamu dengan 3 suku kata dan klo bisa harus berasal dari bahasa sansekerta. Klo kemarin2 baru dapat nama Arsya untuk nama panggilan. Nah sekarang udah dapet satu nama lagi, yaitu Azkadina. Berasal dari bahasa sansekerta yang artinya saleh dan taat beragama. Satu kata lagi masih menjadi perdebatan antara mama dan papa, ini listnya :
Indira : Keadilan Kamania : Cantik
Laurinda : Mahkota
Kirana : Sinarnya cantik dan molek Pramudita : pandai
Amanta : Cinta Avisa : Lembut
Ardhani : Suci
Nah dari nama-nama tersebut sebenernya sudah ada beberapa yang menurut papa dan mama bagus, cuma masih belum yakin aja. Nih klo mau tau
- Arsya Kirana Azkadina
- Arsya Pramudita Azkadina
- Arsya Azkadina Prasetyo (Klo yang ini sih biar papa ikutan eksis deh di nama kamu heheheh )
Mungkin segini dulu ya nak ceritanya, siapa tau kan ada ide2 lain di cerita selanjutnya atau siapa tau dari pembaca blog ini ada yang mo sumbang saran (ditunggu lo masukannya).
6 bulan
Diposting oleh
Unknown
on Kamis, 15 Desember 2011
/
Comments: (1)
Kali ini papa mau bercerita terlebih dahulu tentang minus mata mama yang tinggi yang akan ada hubungannya dengan kehamilan mama. Terakhir mama berkunjung ke dokter mata minus kiri dan kanan 6,5 dan 7, dan dengan tingkat minus seperti itu akan sangat riskan apabila kelahiran dilakukan dengan cara normal. Karena dari catatan kedokteran, minus mata yang di perbolehkan adalah maksimal 5, itupun tiap rumah sakit mempunyai standar yang berbeda-beda. Nah kenapa kok minus mata yang tinggi mempengaruhi terhadap kehamilan, nih dari yang papa dapatkan di google ternyata wanita hamil yang minus mata tinggi bisa menyebabkan retina lepas pada aktivitas mengejan saat melahirkan atau istilah kerennya ablasio retina. Sebenernya minus mata tinggi ini juga bisa melahirkan normal, karena dari pengalaman ibu-ibu melahirkan yang papa baca di milis,banyak juga kok yang bisa melahirkan normal dengan tingkat minus mata tinggi.
Nah apa yang terjadi dengan mama. Yup saat mama pulang dari pemeriksaan dokter mata (kebetulan saat ke dokter mata papa tidak menemani), ada raut sedih di wajah mama. Mama Down, ketika dokter mata tidak mereferensikan mama untuk kelahiran normal alias mama harus dengan operasi caesar. Ada kekhawatiran dan kecemasan tentang operasi caesar ini, karena katanya tidak bisa IMD (Inisiasi Menyusui Dini) nanti kamu cari tahu sendiri ya nak apa itu IMD, lalu kemudian proses penyembuhan yang lebih lama, nah ini yang lebih mencemaskan, mama takut produksi ASI menurun atau malah ASInya tidak keluar sama sekali. Saat itu papa cuma bisa diam saat mama menceritakan itu semua, bahkan mama menawarkan agar minus mata yang tinggi ini tidak di ceritakan ke dokter kandungan agar mama bisa melahirkan normal. Saat itu papa tidak bisa menolak dan tidak bisa mengiyakan, papa hanya cuma bisa bilang "kita liat aja nanti". Karena saat itu papa sadar, masih banyak hal yang belum papa ketahui, masih banyak informasi yang belum papa pelajari, dan papa masih punya waktu sekitar 3 bulanan-an untuk menjawab kegundahan mama dan mengambil keputusan.
Selang beberapa minggu setelah itu, Senin 12 Desember 2011, papa dan mama memeriksakan kamu ke dokter kandungan. Seperti biasa papa ijin setengah hari dari kantor untuk menemani mama. Setelah tiba di rumah sakit, dan tidak menunggu beberapa lama dipanggilah kami ke dalam ruangan. Seperti biasa dokter Doni yang hangat menyapa kami, lalu di lakukan lah pemeriksaan USG. Ini foto kamu saat itu nak
Setelah dokter melakukan prosedur pengecakan terhadap kamu nak, seperti pemeriksaan berat badan, lingkar kepala, detak jantung, dan lain sebagainya, mulailah konsultasi dilakukan. Ada beberapa pertanyaan yang papa dan mama ajukan ke dokter, oke ini ringkasannya
P : Papa
D : Dokter
P : Dok, disekitar perut dan paha istri saya ada semacam bercak merah, apakah itu karena di sebabkan oleh garukan.
D : Oh itu wajar karena ada perubahan hormon yang menyebabkan sel darah menjadi sensitif.
P : Apakah bisa hilang?
D : Kemungkinan berubah warna menjadi putih setelah lahiran.
P : Istri saya minusnya semakin tinggi dok, adakah kemungkinan untuk normal
D : Bisa saja, kita lihat saja nanti kondisi bayinya bagaimana. Klo memang bagus harusnya tidak ada masalah.
P : Apabila caesar apakah ada IMD ?
D : Bisa kok dilakukan IMD, nanti juga akan ada penandatangan berkas perjanjian terlebih dahulu sebelum dilakukan operasi caesar.
P : Lalu apakah ada pengaruh operasi caesar dengan banyak sedikitnya ASI
D : Untuk ASI sebenernya karena faktor bawaan juga. Kadang walaupun sudah makan- makanan yang bergizi sekalipun pun klo memang tidak berbakat untuk ASI bisa jadi ASInya sedikit atau malah tidak keluar. Besar kecilnya ukuran payudara juga bukan indikator untuk banyak sedikitnya ASI keluar.
P : Istri saya mengalami keputihan dok
D : Kita bersihin saja ya, karena takutnya akan berpengaruh ke janin.
(Dan dokter di bantu perawat membersihkan sekaligus memberikan obat)
Akhirnya karena waktu yang sudah menjelang magrib, papa dan mama pun mengakhiri sesi pemeriksaan kali ini.
Over all Alhamdulilah mama dan kamu nak dalam kondisi baik-baik saja. Oh ya, kamu dah sering nendang2 perut mama tuh. Kata mama sih ga kenal waktu juga, kadang saat mama lg asik2nya tidur kamu nendang2 membangunkan atau malahan di saat mama sedang ribet2nya ngurusin pasien. Tapi tenang aja, mama senang dan bahagia banget kok nak. Hmmm trus sampai saat ini papa dan mama belum mendapatkan inspirasi nama lengkap kamu, masih tetap ARSYA. Mungkin di cerita selanjutnya mudah-mudahan udah dapet inspirasi ya nak.
Ok Arsya sayang, nanti kita lanjut lagi ya.
Nah apa yang terjadi dengan mama. Yup saat mama pulang dari pemeriksaan dokter mata (kebetulan saat ke dokter mata papa tidak menemani), ada raut sedih di wajah mama. Mama Down, ketika dokter mata tidak mereferensikan mama untuk kelahiran normal alias mama harus dengan operasi caesar. Ada kekhawatiran dan kecemasan tentang operasi caesar ini, karena katanya tidak bisa IMD (Inisiasi Menyusui Dini) nanti kamu cari tahu sendiri ya nak apa itu IMD, lalu kemudian proses penyembuhan yang lebih lama, nah ini yang lebih mencemaskan, mama takut produksi ASI menurun atau malah ASInya tidak keluar sama sekali. Saat itu papa cuma bisa diam saat mama menceritakan itu semua, bahkan mama menawarkan agar minus mata yang tinggi ini tidak di ceritakan ke dokter kandungan agar mama bisa melahirkan normal. Saat itu papa tidak bisa menolak dan tidak bisa mengiyakan, papa hanya cuma bisa bilang "kita liat aja nanti". Karena saat itu papa sadar, masih banyak hal yang belum papa ketahui, masih banyak informasi yang belum papa pelajari, dan papa masih punya waktu sekitar 3 bulanan-an untuk menjawab kegundahan mama dan mengambil keputusan.
Selang beberapa minggu setelah itu, Senin 12 Desember 2011, papa dan mama memeriksakan kamu ke dokter kandungan. Seperti biasa papa ijin setengah hari dari kantor untuk menemani mama. Setelah tiba di rumah sakit, dan tidak menunggu beberapa lama dipanggilah kami ke dalam ruangan. Seperti biasa dokter Doni yang hangat menyapa kami, lalu di lakukan lah pemeriksaan USG. Ini foto kamu saat itu nak
Setelah dokter melakukan prosedur pengecakan terhadap kamu nak, seperti pemeriksaan berat badan, lingkar kepala, detak jantung, dan lain sebagainya, mulailah konsultasi dilakukan. Ada beberapa pertanyaan yang papa dan mama ajukan ke dokter, oke ini ringkasannya
P : Papa
D : Dokter
P : Dok, disekitar perut dan paha istri saya ada semacam bercak merah, apakah itu karena di sebabkan oleh garukan.
D : Oh itu wajar karena ada perubahan hormon yang menyebabkan sel darah menjadi sensitif.
P : Apakah bisa hilang?
D : Kemungkinan berubah warna menjadi putih setelah lahiran.
P : Istri saya minusnya semakin tinggi dok, adakah kemungkinan untuk normal
D : Bisa saja, kita lihat saja nanti kondisi bayinya bagaimana. Klo memang bagus harusnya tidak ada masalah.
P : Apabila caesar apakah ada IMD ?
D : Bisa kok dilakukan IMD, nanti juga akan ada penandatangan berkas perjanjian terlebih dahulu sebelum dilakukan operasi caesar.
P : Lalu apakah ada pengaruh operasi caesar dengan banyak sedikitnya ASI
D : Untuk ASI sebenernya karena faktor bawaan juga. Kadang walaupun sudah makan- makanan yang bergizi sekalipun pun klo memang tidak berbakat untuk ASI bisa jadi ASInya sedikit atau malah tidak keluar. Besar kecilnya ukuran payudara juga bukan indikator untuk banyak sedikitnya ASI keluar.
P : Istri saya mengalami keputihan dok
D : Kita bersihin saja ya, karena takutnya akan berpengaruh ke janin.
(Dan dokter di bantu perawat membersihkan sekaligus memberikan obat)
Akhirnya karena waktu yang sudah menjelang magrib, papa dan mama pun mengakhiri sesi pemeriksaan kali ini.
Over all Alhamdulilah mama dan kamu nak dalam kondisi baik-baik saja. Oh ya, kamu dah sering nendang2 perut mama tuh. Kata mama sih ga kenal waktu juga, kadang saat mama lg asik2nya tidur kamu nendang2 membangunkan atau malahan di saat mama sedang ribet2nya ngurusin pasien. Tapi tenang aja, mama senang dan bahagia banget kok nak. Hmmm trus sampai saat ini papa dan mama belum mendapatkan inspirasi nama lengkap kamu, masih tetap ARSYA. Mungkin di cerita selanjutnya mudah-mudahan udah dapet inspirasi ya nak.
Ok Arsya sayang, nanti kita lanjut lagi ya.
5 Bulan
Diposting oleh
Unknown
on Rabu, 16 November 2011
/
Comments: (0)
Ok Arsya kita lanjut lagi ceritanya. Sekarang usia kamu sudah 5 bulan di rahim mama. Sebelum papa cerita soal kunjungan ke dokter kandungan, papa akan cerita sedikit soal 4 bulanan kamu. Papa adakan di Petukangan rumah uti dan akung. Disana diadakan pengajian ibu-ibu dan pembacaan shalawat. Papa dan mama sengaja memang mengadakan 4 bulanan karena di Al quran di jelaskan bahwa 4 bulan itu saat di tiupkannya roh ke dalam jasad. Papa dan mama berharap semoga dengan pengajian diawal ditiupkannya roh kamu ini nak, kelak kamu akan menjadi anak yang solehah dan berguna bagi keluarga, agama, nusa dan bangsa. Amin.
Pengajian diadakan setelah ba'da magrib dan dihadiri oleh ibu-ibu di sekitar rumah di petukangan. Uti dan akung, om rehan dan pakde adi juga dateng dari Pondok Cabe. Banyak makanan loh nak waktu itu dan yang terpenting adalah rujak. Katanya sih rujaknya enak, tapi pedesnya minta ampun. Di pengajian itu, Mama membaca surah Maryam beberapa ayat dan di lanjutkan oleh ibu-ibu dengan ditambah membaca surat yusuf. Dan selesai pengajian seperti biasa ada "besek" (nasi kotak) yang di bagi-bagikan ke ibu-ibu pengajian. Sayangnya papa tidak mendokumentasikan acara tersebut, jadi ga ada foto-fotonya.
Baik sekarang kita beralih ke hasil pemeriksaan mama ke dokter terakhir. Selasa, 08 November 2011 Papa dan Mama konsultasi ke doker kandungan kamu di Rumah Sakit Siloam Karawaci, sekarang papa sudah tau namanya yaitu dokter Donny Gunawan SPOG.
Ini hasil USG nya
Saat di USG kamu sama-samar terlihat nak. Dokter Donny sampe muter-muterin alat USGnya di perut mama. Kata dokter,"kayanya lagi ngumpet nih pak anaknya", nah loh papa sampe bingung sendiri. Tp Dokter bilang kondisi kamu baik-baik saja, semuanya normal. Ketika dokter mengecek jenis kelamin, ternyata jenis kelamin kamu masih wanita, belum ada perubahan masih seperti bulan lalu.
Setelah selesai semua prosedur USG, dokter donny menanyakan keluhan yang di alami mama. Mama bilang sih keluhannya ada di pinggang, sering sakit apalagi klo malem. Nah sekarang mama juga dah bisa ngerasain klo kamu nendang-nendang perut mama. Bahagia sekali wajah mama ketika menceritakan bagaimana kamu sudah bisa menendang di perut mama. Akhirnya dokter donny memberikan beberapa obat yang papa sendiri ga tau kegunaanya, karena ketika membicarakan obat, mama dan dokter donny menggunakan bahasa ilmiah pengobatan yang papa ga ngerti maksudnya, tp papa percaya aja sama mama yang udah pengalaman di bidang kesehatan.
Oh ya masih ada satu lagi nih hutang papa, yaitu memberi nama lengkap kamu. Kemarin kan sudah papa ceritakan klo papa dan mama baru mendapatkan nama panggilan kamu saja, ARSYA. Papa sih mau kasih nama kamu Arsya Wenger terinspirasi dari pelatih ARSENAL Arsene Wenger, klub sepakbola liga Inggris favorit papa, nih fotonya
Tapi kayanya papa harus adu pendapat dulu sama mama nih klo ngususlin nama itu. Mama sendiri pun juga belum mengajukan nama lengkap buat kamu nak, belum dapet inspirasi, walaupun di rumah sudah ada buku kumpulan nama-nama bayi.
Ok Arsya sampe disini dulu ya ceritanya, mudah-mudahan di cerita selanjutnya papa dan mama sudah bisa mendapatkan nama yang bagus buat kamu.


























